PROSES PRODUKSI
VAKSIN HPV ( HUMAN PAPILOMA VIRUS ) CERVARIX
Pada vaksin HPV Cervarix gen yang disisipkan adalah gen
pengkode protein L1. Protein L1 merupakan protein yang berfungsi dalam
pembentukan kapsid bagi Human Papiloma
Virus atau sering disebut mayor viral coat protein. Gen pengkode protein L1
memiliki sekuen DNA yang mengkode protein L1 adalah
5’-CCACATGTCTCTTTGGCTGCCTAGCG-3’ dan
5’-GCGGCCGCTCGAGTTACAGCTTACGTTTTTTGC-3’. (San
Millán, Sebastián, Nuñez, Veramendi, & Escribano, 2009)
Vektor kloning yang digunakan sebagai media agar target
DNA dapat diperbanyak untuk selanjutnya diekspresikan menjadi protein yang
diinginkan adalah
pGEM-T. Kemudian enzim restriksi yang
digunakan adalah AfI1 dan NotI. Setelah itu, plasmid kloning dimasukan ke dalam
E. Coli.(Deschuyteneer
et al., 2010; San Millán et al., 2009)
Sementara
vektor ekspresi yang digunakan adalah Autographa californica
nucleopolyhedrovirus (AcMNPV) yang merupakan jenis Baculovirus Expressing
sistem. Baculovirus Exspresssing Vector System
merupakan virus yang menginfeksi serangga, salah satu protein penting yang
disandi oleh genom virus ini adalah polihedrin, yang akan terakumulasi dalam
jumlah sangat besar didalam nuclei sel-sel serangga yang diinfeksi karena gen
tersebut mempunyai promoter yang sangat
aktif. Promoter ini dapat digunakan untuk memacu overekspresi gen-gen asing
yang diklon ke dalam genom baculovirus sehingga akan diperoleh produk protein
yang sangat banyak jumlahnya di dalam kultur sel-sel serangga yang terinfeksi.
Nantinya protein yang diekspresikan
dalam sel serangga akan dimurnikan dan berubah menjadi VLP (Virus Like
Partikel).(Deschuyteneer et al., 2010)
Baculovirus tersebut akan
diekspresikan didalam sel serangga (Eukaryota) yaitu Trichoplusia nii. Lebih tepatnya diinfeksikan ke sel Trichoplusia
nii Hi-5 Rix4446. Penggunaan organisme eukaryota pada pengekspresian
protein tersebut karena dengan diproduksi pada sel insecta maka akan
menghasilkan vaksin dengan imun respon humoral yang lebih baik dan lebih tinggi
serta jumlah yang lebih banyak.(Deschuyteneer et al., 2010)
Human Papilloma Virus (HPV)
(Rekombinan) merupakan rangkaian yang dimodifikasi dengan 3-monophosphoryl
lipid A (MPL) yang telah dihilangkan kadar keasamannya ditambah adjuvant (zat
yang dapat meningkatkan respon kekebalan tubuh terhadap antigen) aluminum
[AS(04)].
Pembuatan vaksin ini menggunakan prinsip
pengekspresian gen L1 menjadi Kapsid yang kosong (Virus Like Partikel). Di mana
telah kita ketahui L1 berfungsi dalam membentuk kapsid dari HPV16.
HPV-16 L1 cDNA diisolasi terlebih dahulu dari virus
HPV. Gen L1 ini diamplifikasi dengan PCR dengan primer 5’-CCACATGTCTCTTTGGCTGCCTAGCG-3’ dan 5’-GCGGCCGCTCGAGTTACAGCTTACG
TTTTT TGC-3’. Gen L1 kemudian disisipkan pada vektor klonning pGEM-T yang
dimasukkan ke bakteri E.coli untuk
memastikan protein yang diisolasi sudah benar. Kemudian gen disisipkan pada
vektor ekspresi Autographa
californica nucleopolyhedrovirus (AcMNPV) (salah satu jenis dari vektor
baculovirus) dengan enzim restriksi AfI1 dan NotI. Kemudian setelah vektor
tersisipi oleh gen L1, vector baculovirus dimasukkan ke dalam sel insekta yaitu
Trichoplusia ni yakni pada sel Hi-5
Rix4446. Setelah menginfeksi sel serangga, salah satu protein penting yang
disandi oleh genom virus ini adalah polihedrin, yang akan terakumulasi dalam
jumlah sangat besar didalam nuclei sel-sel serangga yang diinfeksi karena gen
tersebut mempunyai promoter yang sangat
aktif. Promoter ini dapat digunakan untuk memacu overekspresi gen-gen asing yaitu
gen L1 yang diklon ke dalam genom baculovirus sehingga akan diperoleh produk
protein L1 yang sangat banyak jumlahnya di dalam kultur sel-sel serangga yang
terinfeksi. Selanjutnya dilakukan ekstraksi untuk mengeluarkan protein L1 yang
sudah diekspresikan. Protein ini akan menjadi VLP (Virus Like Partikel) yang
berupa kapsid virus kosong dimana didalamnya tidak terdapat materi genetik
virus.
Daftar Pustaka
Deschuyteneer, M.,
Elouahabi, A., Plainchamp, D., Plisnier, M., Soete, D., Corazza, Y., Lockman,
L., Giannini, S., & Deschamps, M. 2010. Molecular and structural
characterization of the L1 virus-like particles that are used as vaccine
antigens in CervarixTM, the AS04-adjuvanted HPV-16 and -18 cervical cancer
vaccine. Landes Bioscience, 6(5): 407–419.
Fernández
San Millán, A., Gómez Sebastián, S., Núñez, M. C., Veramendi, J., &
Escribano, J. M. 2010. Human papillomavirus-like particles vaccine efficiently
produced in a non-fermentative system based on insect larva. Retrieved from
http://digital.csic.es/handle/10261/48483
Tidak ada komentar:
Posting Komentar